Tulisan ini dibuat pada tanggal 21 Februari pukul 22:22 WIB, di tengah sunyinya malam kota Jakarta yang tidak kebetulan tidak hujan.

Selamat membaca mbak...

--

Mbak Han ingat gak, awal pertama kali kita bisa sedekat ini sampe sekarang itu kapan?
Aku masih ingat lo mbak.. kita sebenarnya tidak sedekat seperti sekarang waktu jaman mahasiswa baru. 

Aku bahkan tidak mengetahui mbak walaupun kita berada dalam organisasi yang sama sejak awal maba.

Tahun 2016, saat aku ingin pulang ke asrama etos..kala itu aku masih jalan kaki belum punya kendaraan pribadi, lalu mbak menawarkan diri untuk mengantarkanku.

Yah, zona waktu itu yang memberi kita celah untuk mengenal lebih dekat.

Lalu, ternyata kita dikumpulkan dalam lingkaran yang sama. Aku jadi punya nomor WhatsApp embak jadinya lewat grup lingkaran.

Entah, kenapa.. kita berdua menjadi seperti teman diskusi yang "klop". Hingga sebelum keluar dari asrama etos pun, aku sudah booking agar bisa sekosan sama embak.

Tak hanya menjadi teman diskusi, embak juga menjadi teman hedon akan 3 hal bersamaku

1. Diskon Rabbani - wah iya, enggak tahu beberapa kali kita menghabiskan waktu untuk menghabiskan waktu demi menjadi kurir Rabbani untuk keluarga kita. 

2. Diskon Buku - sama-sama suka baca buku, sama-sama punya prinsip "Gak pa², asalkan aku punya dulu. Daripada aku enggak punya. Pasti kebaca deh suatu saat" 😂😂. Ini ga baik.. seharusnya segera tuntaskan buku bacaaan-bacaan, baru beli lagi 😂🙄

3. Diskon Makanan - wah ini.. kami tim suka makan, dan pecinta promo. Oh iya, mbak Han juga sering nyobain kue artis, enggak tahu dah kenapa seperti itu, pokoknya suka aja nyobain kue-kue artis yang baru 😂

--

Aku pernah punya 1 momen yang gak pernah bisa aku lupa. Kala itu embak gak bisa datang melingkar lagi, karena ada urusan. 

Aku tahu tanpa embak cerita, embak sedang memiliki masalah, dan embak memilih memendam masalah tersebut tanpa bercerita kepadaku.

Aku tahu ko, bukan maksud embak tak mau bercerita. Aku tahu, kala itu embak hanya ingin berupaya mencoba menguraikan permasalahan embak hanya dengan Sang Ilahi. Tinggal aku yang bantu mengupayakannya lewat do'a. Agar embak selalu diberi kekuatan oleh-Nya menghadapi semua suratan takdir indah-Nya.

--

Aku bingung nih mbak, mau nulis apa lagi. Btw.. ini aku nulisnya pake hape lo, sambil tiduran di kamar. Hihi

Aku bingung memilah mana momen kita berdua yang indah, yang sekiranya bisa ditulis sebagai pembelajaran bagi kita.
Karena, semua waktu yang telah kita lalui bersama, bagiku adalah pembelajaran.

Tuhan tidak pernah menempatkan kita dalam keadaan saat ini, bukan tanpa sebab. Ada pesan-pesan yang ingin Tuhan sampaikan kepada kita, atau bahkan khusus untukku.

Di tanggal yang ke-22 bulan dua untuk kesekian kalinya, Alhamdulillah Ilahi masih memberikan mbak kesempatan untuk terus belajar menjadi muslimah pembelajar. 

Tetaplah jadi Muslimah Pembelajar ya mbak, guru yang teladan bagi murid-murid embak. Aku tahu dan aku yakin betul, apa yang embak pilih ini bukan semata tanpa sebab, semua telah melalui proses berpikir yang panjang. 

Jadi, jatuh cintaku masih akan terus beralasalan?
Kepadanya, sosok yang pertemuannya denganku sudah Tuhan catatkan jauh sebelum aku dilahirkan ke bumi ini.


--

Maap ya mbak... Tulisanku agak gak jelas, aku bingung mau nulis apa. Kayak ngeblank aja gitu. Jadi, aku biarkan jemariku berjalan sendiri menuliskannya pada layar keyboard hapeku, hihi.



Dari seseorang kadang mbak, panggil Beb, sayang, atau Nul 😂