Kembali dengan tulisan #RECEHDREAM yang ketiga. Kalau tulisan pertama dan kedua, emang layak gak sih disebut dengan #RECEHDREAM, sekalipun Receh, masih ada ambisi yang aku ingin kejar.

Nah, beda dengan tulisan yang ketiga. Ini bukan berawal dari ambisi seperti tulisan-tulisan yang sebelumnya. Kalau yang ini, sepertinya sudah bisa tergambarkan sama judul tulisan ini ya? terpaksa "Menulis". 

Lah iya, aku menulis bukan karena emang suka nulis sedari kecil atau berasal dari hati nurani (kek nama partai aja ya, ehm). Awal mula aku menulis, karena terpaksa harus MENULIS, dan mau gak mau harus bisa menulis.

Oke deh, mari dengarkan bualanku kembali....

Tahun 2014 adalah tahun bergantinya status dalam hidupku, eits bukan dari lajang menjadi menikah lo ya, lah ya kali 2014 aku nya masih umur 17 tahun, belum punya KTP juga tjuy haha. Peralihan status dari Pelajar menjadi Mahasiswa.

Alhamdulillah tsumma Alhamdulillah, setelah melalui beberapa percobaan tes masuk perguruan tinggi negeri, seperti yang aku tuliskan di #RECEHDREAM part1. Akhirnya, aku dikukuhkan resmi menjadi mahasiswa Universitas Airlangga. 

Aih, tentunya masih dalam koridor sesuatu yang aku cintai sejak kelas 8 MTs, walaupun tak bisa menggapai mimpi menjadi mahasiswa di Institut tinggi negeri, tak apa yang penting masih Fisika. 

Tuhan memang Maha Baik dengan segala Kebaikan-Nya untuk hamba-Nya. Bertubi-tubi kebahagiaan aku dapatkan di tahun 2014 setelah tragedi yang aku rasakan jua di tahun yang sama. 

Tak hanya dinyatakan di terima sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia yang peringkatnya selalu masuk 10 besar (ce ilah..). Aku pun juga mendapatkan beasiswa BIDIKMISI DIKTI  2014 sebagai pihak yang membiayai kuliahku selama 4 tahun dan juga pihak yang mensuply uang jajanku jua.

Tak cukup hanya itu, Tuhan masih menyimpan kebaikan lain untukku. Di tahun yang sama, aku juga dinyatakan lolos sebagai penerima manfaat BEASISWA ETOS dari  Dompet Dhu'afa. Beasiswa yang tak hanya memberikan aku tempat bernaung selama 3 tahun selama di perantauan. Namun, beasiswa tersebut yang juga banyak berkontribusi dalam pengokohan karakterku, Terimakasih ETOS.

Beasiswa Etos 2014 mewajibkan pesertanya untuk tinggal di asrama selama 3 tahun. Ada beberapa pembinaan yang harus diikuti oleh penerima beasiswa ini, yaitu pembinaan pagi setiap hari, pembinaan tahfidz, pembinaan toefl, pembinaan angkatan, pembinaan komunal (seluruh angkatan), dan pembinaan desa produktif.

Biasanya yang ada tugas "Menulis" adalah pembinaan angkatan dan pembinaan komunal (seluruh angkatan). Kebetulan ketika awal masuk asrama bertepatan dengan wisuda Etoser (sebutan untuk penerima Beasiswa Etos) 2011.

Kami nih Etoser 2014 yang masih unyu-unyu diberi tugas untuk membuat secarik pesan untuk kakak-kakak Etoser 2011 yang akan diwisuda keesokan harinya. 

Umumnya ya, orang akan membuat ucapat selamat atas wisuda atau kelulusan nya dari suatu instansi. Namun, tidak dengan dirikunt. Entah emang akunya yang suka antimainstream, aku bikin puisi men. 

Padahal, seumur-umur aku tak pernah menulis selain untuk tugas sekolah. Lah, ini malah bikin ucapan selamat dengan puisi, sok-sok an banget ye kan.


Gambar di atas adalah puisi yang aku kirimkan untuk tugas pertama sebagai anak "Asrama" Etos. Keesokan pagi, seluruh Etoser 2014 diwajibkan hadir ke acara wisuda Etoser 2011 dikarenakan masih serangkaian Orens, orientasi Etoser baru begitu lah pokoknya, aku lupa singkatan Orens itu apa soalnya, haha.

Ndilalah, kok aku juga disuruh bacain ke depan juga. Syukurin, sok-sok an sih elunya, ucap iblis dalam diriku. Oke tak apa, hanya baca puisi kan?, tak akan membuatku pingsan kan ya?, bela angel dalam diriku, haha.

mingkem euy, xixixixi

Aih, ku masih ingat kala itu, menebalkan muka aja deh. Toh ya abis itu paling gak bakalan keinget kelakuan absurdku ketika aku membacakan puisi. Bermodalkan, kelas 1 dan 2 SMA selalu langganan jadi pembaca sari tilawah ketika ada acara di sekolah, tarikkk mang... gas poul pokoknya ekekeke.

Setelah tugas menulis pertama, berlanjutlah dengan tugas-tugas menulis yang lain. Aku lupa berapa tepatnya tugas menulis yang telah aku kerjakan semenjak menjadi Etoser. 

Tugas menulis yang dibuat tentulah bukan bergenre sastra, jelaslah bentuk artikel. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, skill menulis artikel untukku masih jauh di bawah level standar. 

Entahlah, mungkin dipengaruhi oleh bacaan yang aku baca juga kali ya. Yang selama ini masih berkutat di bacaan novel, motivasi, dan hikmah, halah apasih aku nih. 

Jadi, ya tulisan-tulisanku masih muter-muter di ranah narasi deskriptif gitu deh. Itu pun, lebih ke pengalaman pribadi atau opini subjektif terhadap suatu hal. 

Tak apa,bukankah kita disuruh belajar terus menerus. Jadi, semoga Tuhan masih sediakan waktu untukku, untuk mempelajari ilmu menulis yang lain, ucapku menyemangati diri sendiri, hihi.

Oh iya, berawal dari keterpaksaan menulis itu, periode tahun 2015-2016, beberapa kali aku mengirimkan tulisanku baik itu  puisi, surat, atau cerpen ke ajang lomba menulis online dari penerbit Indie atau lomba yang diadakan oleh kampus.

Ada 4 tulisan yang sempat lolos terbit yang diterbitkan oleh penerbit Indie. Keempat tulisan tersebut adalah 3 puisi dan 1 surat. 


Puisi

1. Nada-nada Cinta - Kodon Publishing --100 karya terbaik dalam lomba cipta puisi bertemakan musik, Maret 2015
2. Aku Sang Pemenang Kehidupan - Kakaye Publishing, --100 karya terbaik dalam lomba cipta puisi bertemakan semut, Maret 2015
3. Tuhan itu Adil dengan Cara-Nya - Pena Publishing,  --100 karya terbaik dalam lomba cipta puisi bertemakan bebas, April 2016

Surat

1. Surat Pengantar Rindu - AE Publishing --70 karya terbaik dalam event Letter of Love, Februari 2015

Setelah itu, aku sudah tidak sempat ikut lomba online lagi atau bahkan menulis lagi. Semester 5 cukup menguras tenaga dan pikiran, haha alay.

Lewat tulisan ini aku hanya mau bilang,
Terimakasih Etos, lewat keterpaksaan itu, aku  menemukan cara lain untuk bercerita ke dunia. 

Ketika ucapan tak bisa mewakili semua, maka biarlah bait tulisan yang menyelesaikannya.

Terima kasih atas 4 tahun pembinaanya, Terimakasih Etos, Terimakasih Dompet Dhu'afa.

created by : si pemimpi receh