Lama juga ternyata sejak pertama kali ngepost RECEH DREAM yang #part1, baru bisa menyempatkan menulis yang #part2. Di tulisan kedua ini aku akan menuliskan salah satu mimpi RECEHku pada masa SMA, tepatnya kelas 2 SMA. 

Oke ges, mari membaca tulisan randomku kembali xixixi.

Di penghujung tahun selalu menjadi waktu yang ditunggu-tunggu oleh seluruh siswa di SMA ku. Aku sekolah di satu-satunya SMA Negeri di Gondanglegi, jadilah terbaik deh sekolahku. Lawong SMA Negeri 1 kan ? ekekeke. Ah ya, waktu ulang tahun SMA ku kebetulan jatuh di penghujung tahun. 

Ada banyak kegiatan yang dilaksanakan untuk menyambut momen besar ini. Pawai gerak jalan, lomba mural, lomba pentas seni, puncaknya biasanya akan diundang sebuah band yang akan memeriahkan acara ulang tahun sekolah kami. Namun, ada satu perlombaan yang mengalihkan duniaku kala itu, ceilah. 

Kala itu, waktu kelas 1 SMA aku melihat ada penganugerahan "Raja" dan "Ratu" Perpus sekolah, ada lomba seperti itu juga. Denger-denger dari kakak tingkat sih, "Raja" dan "Ratu" Perpus sekolah diambil dari siswa yang paling banyak peminjaman bukunya pada rentan tahun ajaran baru hingga waktu yang ditentukan dari pihak perpustakaan yang tentunya dari pihak sekolah kapan harunya dua buah nama itu disetor untuk penganugerahannya. 

Dan aku yang suka dengan "ambisi" yang konyol dan lucu, berpikiran seperti ini,

"Mau jadi ratu perpus ah buat kelas 2 SMA nanti. Lumayan euy dapat duit dari sekolah.."

Iya, sereceh itu. Aku memiliki ambisi menjadi ratu perpus bukan karena gelar untuk menjadi  siswa paling teladan yang paling banyak meminjam buku yang otomatis ia yang paling banyak membaca buku di sekolah. HUAAA... tidak seperti itu. Pemikiranku murni, pemikiran remaja berusia 15 tahun yang ingin mendapat uang secara gratis, hihi.

Oke dong, aku udah memiliki ambisi seperti demikian. Oleh karena itu, mulai tahun ajaran baru pada waktu kelas 2 SMA yaitu sekitar Agustus tahun 2012. Aku mulai gila-gilaan dong meminjam buku-buku di perpustakaan sekolah. Buku-buku yang ku pinjam tidak sebatas buku pelajaran saja ko. Aku juga membaca buku bacaan, kebetulan yang ada di perpustakaan sekolah adalah novel. 

Nah, pada masa itu lah aku dikenalkan oleh sosok-sosok sempurna di novelnya Kang Abik, haha.  Novel-novel yang tuntas menjadi cerita juangku mengejar ambisi recehku adalah Ayat-ayat Cinta 1, Ketika Cinta Bertasbih 1, Ketika Cinta Bertasbih 2, Bumi Cinta, Cinta Suci Zahrana, Syahadat Cinta, Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah, Laila Majnun, dan sederet buku-buku pelajaran Fisika, haha. Ah iya, aku ingat sepertinya perihal buku pelajaran yang aku pinjam juga tak jauh-jauh dari Fisika haha, mengingat kala itu juga aku mengikuti bimbingan olimpiade mata pelajaran Fisika, tapi kagak lolos ke tingkat kabupaten, HAHA. 

Asli men, fisika itu sulitttttt..siapa yang kemaren sempat bilang katanya kuliah fisika itu mudah ketimbang jurusannya? haih, sini ikut kuliah Listrik dan Magnet, atau Fisika Kuantum, atau Fisika Inti, atau Fisika Matematika, atau Fisika Zat Padat, haha. Tapi, Fisika itu indah dengan segala keunikannya. Karena, Fisika itu mempelajari alam semesta beserta perilaku-perilaku di alam semesta. Jadi, for me..belajar Fisika itu sama dengan aku mencoba mendalami ayat-ayat Kauniyah Tuhan yang Ia turunkan di bumi ini, aih so sweet bukan. Dapat Ilmu jelas, pahala juga iya. Aku padamu deh Fisika...

Oh ya, di sekolahku peminjaman bukunya kala itu masih menggunakan teknik manual, yaitu ditulis di kertas anggota perpustakaan yang dimiliki oleh setiap siswa yang bersekolah di SMA kami. Jadi, aku lupa aku menghabiskan beberapa lembar kartu anggota perpustakaan saking beberapa hari sekali selalu memperbaharui buku di perpustakaan. Pokoknya, ketika ada novel yang selesai aku baca, langsung aku ganti dengan novel yang baru, haha. 

Dan, aku harus seminggu sekali memperpanjang masa peminjaman atas buku-buku pelajaran yang masih aku pinjam. Oh ya, sampe ada sebuah atau dua buah buku yang dibalik kertas peminjaman yang ada di buku tersebut, semuanya keisi nama aku, dari nomor pertama hingga beberapa baris ke bawah. Sampe, Pak Yul si penjaga perpus sekolahku menahan buku tersebut agar bukunya tidak hanya berada di tanganku saja,

"Sini kan bukunya, kamu pinjam terus kapan temenmu yang lain bisa minjam, itu buku cuman satu di perpus.." - ucap beliau

Hihi, bukunya adalah buku ringkasan soal dan pembahasan fisika yang bahasanya menurutku mudah untuk dipahami. Makanya langganan aku pinjam terus, haha. Kadang saking liciknya otakku, aku udah taruh duluan sebelum ditaruh oleh Pak Yul ke rak buku. Aku sembunyikan, biar sulit ditemukan haha. Terus beberapa hari kemudian bisa aku pinjam lagi, haha. Otakku udah Devil sejak dahulu kala ternyata. 

En i eng, pengumuman penganugerahan "Raja" dan "Ratu" Perpus dibacakan ketika selepas upacara hari senin. Namaku dong disebut sebagai Ratu Perpus sekolah pada tahun 2012 dengan perolehan peminjaman buku sebanyak, berapa ya? aku lupa 70 apa 80 apa 90 lo dalam kurun waktu 2 bulanan apa 3 bulanan ya. Akhirnybaaaa.. hadiah uang yang ku nantikan bisa aku dapatkan, uhh senangnya. 

Ini bukan tentang nominal yang bisa kau dapatkan. Tapi ini tentang usaha dan perjuangan kerasmu membuahkan hasil yang manis, uh.

Sayangnya tidak ada piagam atau sertifikat yang menyatakan bahwa aku adalah ratu perpus  sekolah tahun 2012. Namun, aku memiliki secarik tulisan dari musuh bebuyutanku sejak SMA yang sekarang merantau di ibukota yang mungkin sebentar lagi tidak lagi menjadi ibukota, haha.


Sedihnya aku dituduh olehnya menjalin kisah-kasih Cinta bersama Pak Yul si penjaga perpustakaan sekolah  sehingga aku bisa mendapat gelar ratu perpus sekolah pada tahun 2012. Hue....Dairul dengan segala keabsurdan nya memang seperti itu. Mana ada seperti itu, aku jadi ratu perpus sekolah ya karena aku meminjam buku yang lumayan banyak, hummmmmmmmm.

Hari ini, aku bersyukur kala itu memiliki ambisi menjadi ratu perpus sekolah. Selain hal itu yang membuatku memiliki banyak ragam pengetahuan di luar pengajaran guruku di kelas. Ah ya, pada waktu kelas 2 SMA, aku berhasil bertahan menjadi peringkat 1 paralel IPA sekolah selama 2 semester. Ah pokoknya kelas 2 SMA itu sesuatu, ketika sibuk mengejar ratu perpus sekolah, aku pun juga harus selalu 12 jam berada di sekolah mengingat Club Debat Bahasa Inggris yang aku ikuti menghasrukanku demikian. 

Dulu, penjurusan tidak dimulai kelas 1 SMA, namun kelas 2 SMA. Jelaslah ada culture shock dari kelas 1 SMA yang belum masuk penjurusan, dengan kelas 2 SMA yang  sudah masuk penjurusan. 12 jam di sekolah  jelaslah menguras tenaga. Oleh karenanya, aku baru bisa belajar, mengerjakan tugas, di atas jam 12 malam. Iya.. aku terbiasa tertidur selepas isya', baru bisa belajar di kala tengah malam. Maklumlah, seseorang yang tidak pernah bisa begadang seumur-umur, ya gini ini. Hingga temen kuliahpun telah hapal, 

"Jam 12 malam, Khusnul bisa melek itu ya paling sudah tidur selepas Isya'. Kalau gak gitu, udah tidur siang pastinya, makanya masih on fire jam segini"

Di tengah padatnya aktivitas pada waktu kelas 2 SMA, Alhamdulillah usahaku tidaklah sia-sia. Ratu Perpus ku dapat, juara bertahan juga ku dapat. Walaupun untuk prestasi di dunia debat belum ku dapatkan. Setidaknya aku bersyukur, dahulu aku sempat mengikuti club debat yang turut mengasah cara berpikirku untuk selalu berpikir kritis terhadap suatu hal, Thanks Pak Edy.

Hikmah lain yang ku rasakan hingga sekarang dari ambisi recehku kala itu adalah ternyata kegemaran membacaku tak berhenti ketika aku ingin mendapatkan gelar ratu perpus. Jauhhhhhhhh dan lebih dari itu semua, ternyata kegemaran membaca buku tetap ku miliki hingga 7 tahun ambisi recehku itu ku dapatkan. Aku tidak hanya gemar membaca namun juga menjadi penggila buku. Buku udah kayak pacar saja deh, yang kadang aku selalu bawa kemana-mana di dalam tas. Eh ini sih, kalau tasnya muat sih, kalau enggak ya aku kasihan dong nanti pacar aku tersakiti lagi haha. 

Malah nih ya, aku dan beberapa kawan yang sama gilanya dengan buku memproklamirkan diri,

"Diskon baju tak akan membuatku silau, lain halnya dengan diskon buku"-Ucap Jeni kala ia tengah bahagia menunjukkan buku Api Sejarah 1 dan Api Sejarah 2 yang baru ia beli kepadaku.

"Nul, kalau mahar nikah buku lengkap dengan perpustakaannya, ajib kali ya?"-Ucap mba Han kala itu di chat whatsapp. Gimana nih mbak? gak usah tanya aku,.. aku yang jelas bakalan mendukung pokoknya. Nanti aku bakalan jadi pengunjung tetap di perpustakaan embak setiap minggunya haha.

"Khus, kamu tak mau beli buku kah? lagi ada gramedia book sale nih. Aku banyak sih buku yang belum kebaca, tapi tidak mau melewatkan kesempatan langka.."-Ucap Cucan kepadaku yang ternyata sama aja kayak diriku. Beli buku terosss, bacanya entaran, yang penting kebeli dulu, haha.

Jadi, sudah jelas bukan mengapa aku boros, ah membeli buku itu bukanlah suatu hal yang boros btw. Sama ilmu pengetahuan kok pelit. Haram hukumnya bilang beli buku itu adalah suatu pemborosan. Aku dikelilingi oleh orang-orang yang sama gilanya dengan buku. Jadi, makinlah aku mencintai buku, dan juga membaca buku. Karena aku sadar akan fakirnya ilmu yang ku miliki, maka aku terus membaca hingga hari ini. 

Hanya membaca isi hatimu yang belum, eh?-apasih.

Aku pun bersyukur memiliki orang tua yang tidak pernah mengomel ketika uang beasiswa atau uang jajanku, banyak ku habiskan untuk membeli buku. Pernah sih sebulan habis 700.an ribu buat beli buku, haha. Bapak dan Ibu juga hanya mengiyakan ketika liburan semester selalu ada buku baru yang aku angkut ke rumah, haha. Ah ya, aku baru bisa membeli buku ketika waktu kuliah. Waktu aku memegang uang sendiri, yaitu uang beasiswa. 

Berikut potret buku-buku yang ku kumpulkan semenjak MABA hingga sekarang, baik itu dari membeli buku, hadiah seminar, bagi-bagi dari pemateri, hadiah wisuda, hadiah jadi peserta terbaik, intinya buku atas namaku lah haha.

                

Memang  benar adanya, Tuhan tak pernah main-main dengan skenario hamba-Nya. Siapa tahu orang yang dulunya baca buku hanya ambis jadi ratu perpus biar dapat duit, eh ternyata malah sekarang Jatuh se-Jatuh-Jatuhnya sama Buku. Bukankah sungguh indah skenario-Nya?

-ah, nanti di tulisan yang lain akan aku ceritakan juga bagaimana cara Jatuh Cinta nya aku sama Buku, hehe.

Kalau ada yang nanyain atau bahkan mengira aku suka baca buku sejak kecil, itu SALAH BESAR.

"Aku suka baca buku gegara ambis ngejar gelar Ratu Perpus pas sekolah dulu" ekekeke

-jangan berhenti untuk terus bermimpi RECEH ya Nul? haha~~~

created by : Si tukang "pemimpi receh"